7/11/2009

Antara otak dan orientasi seks

Terkadang orang tidak menyadari betapa dekatnya hubungan antara otak dan orientasi seks. Beberapa tahun lalu kita sempat heboh dengan film Basic Insting. Dalam salah satu dialognya, terlontar ucapan Sharon Stone kepada Michael Douglas, bila kita mau melakukan hubungan seksual, organ apa yang pertama kali dirangsang? Dan, jawabnya adalah otak.
Contohnya dalam kenyataan sehari-hari. Apakah kita akan mendapatkan ereksi apabila kita sedang dihadapkan deadline ketat, lalu di depan kita ada bos yang mengawasi, juga seorang perempuan cantik yang tidak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya? Jawabannya adalah kita tidak akan mampu ereksi.
Tapi akan lain misalnya, ketika kita sedang berada di mobil yang melaju pada malam hari, saat stereo kita melantunkan lagu sometimes late at night, sementara disebelah kita ada teman perempuan yang terpaksa kita harus hantarkan karena sudah terlalu malam-walaupun dia berpakaian lengkap, dan tidak ada manuver-manuver yang menyatakan ketertarikan di antara kita, tapi kita pasti akan terbawa suasana romantis yang timbul. Karena pada saat itu otak kita bekerja dan membangun suasana romantis, menjadi suatu reaksi yang membuat kita terhanyut didalamnya.
Juga ketika kita melihat perempuan cantik, respon yang normal timbul adalah betapa senangnya kita memandang wajah-wajah bening itu. Perasaaan senang itu timbul akibat kerja yang rumit sistem-sistem yang ada di otak kita. Dimana impuls yang kita terima disaat memandang si wajah bening, akan diteruskan ke syaraf pusat, dan diterjemahkan melalui suatu reaksi yang sangat rumit, dan kemudian impuls itu hinggap ke bagian septum dari thallus yaitu suatu bagian di otak, maka, terciptalah sensasi yang menyenangkan.

0 komentar: