8/05/2009

Merokok dapat menaikkan risiko gangguan ereksi

Bacalah dengan seksama tulisan yang ada pada sebuah bungkus rokok. Anda pasti akan mendapati tulisan yang berbunyi: "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin." Atau kalau anda berada di Amerika Serikat, maka anda dapat menemukan tulisan peringatan di setiap bungkus rokok seperti ini, “Smoking causes sexual impotence.”
Tulisan seperti ini ada di setiap bungkus rokok yang anda beli - baik rokok yang murahan maupun yang mahal, baik rokok kretek yang pake cengkeh maupun rokok putih, baik rokok yang kadar tarnya rendah maupun yang kadar tarnya tinggi. Jadi, merokoklah bila anda ingin mengalami impotensi atau hindari rokok bila anda tak ingin mengalami impotensi. Itu dua pilihan yang ada buat anda.
Dari sejumlah studi yang dilakukan selama ini diperoleh kesimpulan, aktivitas merokok dapat menaikkan risiko gangguan ereksi sekitar 50 persen di kalangan kaum lelaki berusia 30-40 tahun.

Sebuah kajian yang dilakukan di Inggris oleh lembaga bernama Action On Smoking And Health (ASH) dan The British Medical Association (BMA) mendapati lebih dari 120.000 pria di Inggris menderita impotensi sebagai akibat langsung dari aktivitas merokok.
Selain menyebabkan gangguan ereksi, dampak lain merokok terhadap kesehatan seksual lelaki adalah: Menurunkan volume ejakulasi, menurunkan kualitas sperma dan menurunkan jumlah sperma.
Bagaimana aktivitas merokok dapat mengganggu kesehatan seksual lelaki?
Pertama, sedikitnya darah yang mengalir ke penis akibat terhalanginya jalur masuk oleh penumpukan lemak yang diakibatkan, salah satunya, oleh aktivitas merokok.
Kedua, terjadinya kontraksi yang cepat dalam jaringan penis, sebagai akibat stimulasi nikotin dalam otak, yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan aliran darah ke penis.
Ketiga, mekanisme katup dalam penis yang mengatur aliran darah tergangggu akibat masuknya nikotin dalam darah.
Read More.. Read More..

Leher Termasuk Titik Sensitif

Dari banyak titik-titik sensitif yang ada pada perempuan, leher termasuk dari salah satunya. Perempuan memiliki titik sensitif di bagian atas tubuhnya yang dapat distimuli untuk membuatnya bergairah. Berbeda dengan lelaki, perempuan memiliki leher yang lebih sensitif. Perempuan juga lebih merasakan rangsangan saat seputar lehernya distimuli oleh pasangannya.
Gali lebih dalam, leher memiliki susunan syaraf yang tak kalah banyak dengan bibir ataupun telinga diantara bagian atas titik sensitif milik perempuan. Itulah sebabnya, perempuan selalu mudah untuk bergairah jika pasangannya memberikan rangsangan pada seputar leher dengan ciuman, jilatan dan gigitan-gigitan kecil.
Banyak para seksolog yang menganjurkan pasangan lelaki agar merangsang area leher saat melakukan foreplay. Dr Boyke Nugraha SpOG, seorang seksolog terkemuka dari dalam negeri, menganjurkan pada pasangan lelaki agar melakukan rangsangan dengan baik di seputar area leher saat kegiatan foreplay berlangsung. Perangsangan di leher, akan dapat membawa pasangan perempuan pada puncak kesiapan berhubungan seksual.
Untuk melakukan rangsangan di leher ini, sebaiknya pasangan lelaki memulainya dengan perlahan, dengan tempo yang lambat. Hingga, pasangan perempuan bisa merasakan setiap sentuhan yang dibuat oleh lelaki. Buatlah sentuhan lembut dengan ciuman sebagai starter. Lalu, perlahan bergeser ke bagian lain di seputar lehernya. Seperti bagian belakang leher dan samping. Sebagai sentuhan akhir, sebaiknya lelaki menyudahinya dengan menciumi bagian depan atas lehernya.
Dengan cara demikian, setidaknya para lelaki memiliki kartu akses untuk melangkah lebih jauh bersama pasangannya. Anjuran untuk merangsang leher ini sudah dikenal sejak beribu tahun lalu. Bahkan, konon ratu Cleopatra dari negeri Mesir sangat menyukai gaya foreplay di area leher ini. So, kiss her neck. It’s really easy to turn her on.
Read More.. Read More..